Dalam praktik keselamatan kerja, pemilihan alat pelindung diri (APD) kerap hanya berfokus pada keberadaan pelindung baja di ujung kaki. Padahal, bagi pekerja di sektor manufaktur, bengkel, hingga pengolahan limbah, risiko terbesar sering kali justru berasal dari permukaan lantai yang licin akibat tumpahan minyak atau paparan cairan kimia korosif.
Memahami kode ketahanan pada alas kaki bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bentuk investasi keselamatan untuk mencegah kecelakaan serius seperti terpeleset (slips), terjatuh (falls), hingga cedera akibat bahan kimia. Artikel ini akan mengulas berbagai kode dan standar internasional yang menunjukkan sejauh mana perlindungan kaki mampu bertahan terhadap paparan zat cair berbahaya di lingkungan kerja.
Mengapa Material Sol Menentukan Standar Keamanan?
Tidak semua jenis karet memiliki karakteristik yang sama. Dalam lingkungan industri, material sol harus mampu mempertahankan struktur dan stabilitasnya ketika terpapar hidrokarbon seperti oli dan bahan bakar, karena tanpa kode ketahanan yang sesuai, cairan tersebut dapat meresap ke pori-pori material dan menyebabkan sol membengkak, melunak, hingga kehilangan kekuatannya.
Selain potensi kerusakan fisik, berkurangnya daya cengkeram pada permukaan licin menjadi risiko keselamatan yang lebih serius. Oleh sebab itu, ketika memilih sepatu safety untuk area dengan paparan minyak, perhatian utama sebaiknya diberikan pada label standar atau kode sertifikasi yang biasanya tertera pada bagian lidah sepatu atau sol bagian dalam.
Membedah Kode Ketahanan: FO, ORO, dan Acid Resistant
Untuk memudahkan pengguna, produsen alas kaki industri menggunakan kode standar internasional (seperti EN ISO 20345). Berikut adalah beberapa kode yang wajib Anda pahami sebelum terjun ke lapangan:
1. Kode FO (Fuel Oil Resistant)
Kode FO menunjukkan bahwa sol luar alas kaki telah memenuhi standar uji ketahanan terhadap bahan bakar minyak atau hidrokarbon. Pengujian ini memastikan material sol tidak mengalami perubahan volume berlebihan, seperti mengembang atau melemah, setelah direndam dalam cairan bahan bakar selama periode waktu tertentu sesuai standar yang berlaku.
Standar ini penting terutama bagi pekerja yang beraktivitas di lingkungan dengan paparan oli dan bahan bakar, seperti SPBU, bengkel, maupun teknisi mesin industri. Dengan spesifikasi tersebut, risiko kerusakan sol akibat kontak dengan bahan bakar dapat diminimalkan sehingga daya tahan dan keamanan tetap terjaga.
2. ORO (Oil Resistant Outsole)
Beberapa merek mencantumkan istilah ORO pada spesifikasi produknya. Istilah ini umumnya mendefinisikan outsole yang tahan minyak seperti kode FO, tetapi lebih menekankan pada perlindungan terhadap berbagai oli dan pelumas industri daripada sekadar bahan bakar.
Alas kaki berlabel ORO umumnya direkomendasikan untuk lingkungan kerja dengan risiko paparan cairan hidrolik atau pelumas secara rutin. Karena itu, operator alat berat atau teknisi mesin yang kerap berhadapan dengan kebocoran sistem hidrolik sebaiknya mempertimbangkan spesifikasi ini sebagai bagian dari standar perlindungan kerja mereka.
3. Chemical & Acid Resistant
Berbeda dengan minyak yang umumnya hanya memengaruhi daya cengkeram dan elastisitas sol, zat kimia memiliki sifat korosif yang dapat merusak struktur material secara bertahap. Paparan asam atau basa, bahkan dalam konsentrasi tertentu, dapat menyebabkan material mengeras, retak, atau terdegradasi jika tidak dirancang khusus untuk menahannya.
Tips Perawatan untuk Alas Kaki Tahan Minyak
Agar kode ketahanan tersebut berfungsi dalam jangka panjang, perawatan adalah mutlak:
-
Bersihkan Segera: Jangan biarkan residu minyak menempel pada sol setelah jam kerja selesai. Bersihkan dengan air sabun hangat.
-
Cek Degradasi: Jika sol mulai terasa kenyal atau terlihat retak rambut, itu tandanya material sudah mencapai batas jenuh dan harus segera diganti.
-
Rotasi Penggunaan: Jika memungkinkan, miliki dua pasang sepatu agar material memiliki waktu untuk “bernafas” dan kembali ke bentuk semula.
FAQ
1. Apakah sepatu yang tahan minyak (Oil Resistant) otomatis tahan terhadap semua jenis kimia?
Tidak. Minyak (hidrokarbon) dan zat kimia korosif memiliki sifat molekul yang berbeda. Sepatu Oil Resistant fokus pada pencegahan pembengkakan material sol akibat oli/bensin, sedangkan Chemical Resistant fokus pada pencegahan kerusakan akibat reaksi asam atau basa. Selalu cek label spesifik untuk zat kimia yang Anda hadapi.
2. Apa yang terjadi jika saya menggunakan sepatu biasa di area berminyak?
Sol sepatu biasa (non-industrial) akan mengalami proses “pembusukan” material secara cepat. Sol akan menjadi lembek, lengket, dan daya cengkeramnya hilang total, yang bisa menyebabkan Anda terpeleset dengan mudah.

